Pengarang Sholawat Nariyah & Keutamaan Membacanya

Ada bermacam berbagai shalawat yang dianjurkan dalam islam. Terdapat shalawat nabi, shalawat nabi muhammad serta nabi ibrahim serta terdapat pula shalawat nariyah.

Sholawat ini lumayan dikenal apalagi populer di golongan umat islam. Membaca sholawat pada hakikatnya akan mendatangkan rahmat dari Allah kepada hambanya.

Sholawat diucapkan untuk memuji Nabi Muhammad sekalian jadi suatu doa kepada Allah. Membaca sholawat dengan sesering bisa jadi hendak menolong setiap hamba untuk lebih dekat serta tetap mengingat akan Allah serta kebesarannya.

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Artinya :

“Ya Allah, berikanlah sholawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjunganku Baginda Nabi Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan.”

“Dan dengannya juga ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, serta memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, juga kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang Engkau miliki.”

Pengarang Shalawat Nariyah

Dewan Pakar Aswaja NU Center Jawa Timur KH Ma’ruf Khozin mengatakan, jika beralasan karena ketidakjelasan siapa pengarangnya, maka Mufti Mesir, Syaikh Ali Jumah yang digelari Allamah Ad-Dunya, mendapat sanad yang sempurna dari gurunya Syaikh Abdullah al-Ghummar.

Syaikh Abdullah al-Ghummar, menurut KH. Ma’ruf Khozin, adalah seorang ahli hadits dari Maroko, yang sampai kepada muallif (pengarang) Shalawat Nariyah Syaikh Ahmad At-Tazi al-Maghribi (Maroko). “Kesemuanya secara musyafahah, menyampaikan bacaan shalawat tersebut dari guru kepada muridnya secara langsung,”

Sementara nama Sholawat Nariyah, ada kalangan alergi dengan ‘nar’ yang memang populer dengan sebutan Nariyah. Sebagian orang menganggap bahwa makna ‘nar’ adalah neraka, ‘iyah’ adalah pengikut, yang disimpulkan‘pengamal nariyah’ adalah pengikut ahli neraka. Maka, hal itu sangat tidak tepat.

Perhatikan dalam Al-Qur’an berikut ini: إِذْ رَأَىٰ نَارًا فَقَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِقَبَسٍ أَوْ أَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى

“Ketika ia (Musa) melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: “Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu”. (Thaha: 10)

Menurut Syaikh Abdullah al-Ghummari, penamaan dengan Nariyah karena terjadi tashif atau perubahan dari kata yang sebenarnya taziyah. Sebab keduanya memiliki kemiripan dalam tulisan Arab, yaitu النارية dan التازية yang berbeda pada titik huruf.

Di Maroko sendiri shalawat ini dikenal dengan shalawat Taziyah, sesuai nama kota pengarangnya. Sementara dalam kitab Khazinatul Asrar, sebuah kitab yang banyak memuat ilmu tasawuf dan tarekat karya Syaikh Muhammad Haqqi Afandi An-Nazili,

Disebutkan bahwa Syaikh Al-Qurthubi menamai shalawat ini dengan nama Shalawat Tafrijiyah, yang diambil dari teks yang terdapat di dalamnya yaitu (تنفرج).

Demikian halnya Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani menyebut dengan nama shalawat At-Tafrijiyah dalam kitabnya Afdlal ash-Shalawat ala Sayidi as-Sadat pada urutan ke 63.

Keutamaan Sholawat Nariyah

Syaikh Muhammad At Tunisii mengatakan, shalawat ini memiliki khasiat yang banyak sekali, lagi sangat menakjubkan.

1. Sholawat Nariyah apabila dibaca 11 kali

Pada setiap hari, maka Allah akan memudahkan rezekinya dan diangkat derajatnya di mata masyarakat.

2. Apabila Sholawat Nariyah dibaca 31 kali

Pada setiap selesai Shalat Subuh, maka Allah akan memudahkan segala macam urusannya dalam setiap usahanya.

3. Sholawat Nariyah apabila dibaca 90 kali

Pada setiap harinya maka Allah akan mengangkat kedudukannya, dimudahkan rezekinya,

dijauhkan dari segala penyakit, dibukakan pintu kebijakan, sehingga semua orang akan menaruh rasa senang kepadanya.

4. Apabila Sholawat Nariyah dibaca 300 kali

Di dalam suatu majelis (secara bersama-sama), maka Allah akan mengabulkan hajatnya yang besar,di samping itu akan dijauhkan dari marabahaya yang besar.

Dalam kitab Khazinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: