Santri Libur OTW Pulang Ke Rumah

Ada Hadits mengatakan Carilah Ilmu Walau sampai ke Negri Cina, itu karena betapa penting nya ilmu bagi kita. Kalau dibayangkan Betapa jauhnya negri cina untuk kita merantau kesana, dalam rangka mencari ilmu.

kita merantau ke pesantren saja sudah jauh dari rumah walaupun pesantrennya masih di daerah indonesia.

Merantau ke pesantren adalah menjadi dambaan para sebagian orang tua yang mengerti akan penting nya mencari ilmu.

karena rata-rata santri yang mondok di suatu pesantren adalah orang yang merantau dari jauh dari luar kota.

Bahkan jarang orang yang mondok dari daerah itu sendiri, ada yang keinginan orang tuanya, ada yang keinginan anaknya dan lain sebagainya.

Merantau di pesantren mengajarkan kita arti tentang kemandirian, kehidupan, kebahagiaan dunia dan akhirat.Bahkan sampai nikmatnya kita di pesantren mengaji, mengabdi kepada guru sampai lupa akan pulang kerumah.

Beda Hal nya dengan santri baru, yang pertamakali mondok, pertamakali masuk dunia pesantren.

Pasti akan merasakan suatu perubahan kebiasaan yang tadinya hidup dengan serba ada, tapi ketika di pesantren merasakan keperihan kesederhanaan yang luar biasa.Bahkan rindu orang tua, rindu pulang kerumah.

Tetapi di pesantren tidak selamanya kegiatan aktif mengaji dan sebagainya, ada waktu-waktu tertentu untuk diperbolehkan pulang.Biasanya ada yang setahun dua kali untuk diperbolehkan pulang, bahkan ada yang satu tahun sekali waktu diizinkan untuk pulang.

Dan itu adalah hal yang sangat menggembirakan para santri, karena sebagai pelepas rasa rindu kepada keluarga dirumah. Tradisi pulang bagi santri adalah tradisi yang unik dan bermakna. pulang juga menjadi bukti kemandirian.

Biasanya santri-santri Tsanawiyah baru ketika musim liburan para orang tua banyak menjemput yang dari luar kota bahkan berbeda provinsi.

Tapi ada juga orang tua yang tidak menjemput alias pulang sendiri karena sudah yakin bahwa anaknya mampu untuk pulang sendiri.

Pengalaman Baru

Pulang tanpa dijemput keluarga mempunyai sesnsasi tersendiri, yaitu mencoba pengalaman baru bagaimana kita diperjalan

bagi yang memilih transportasi kereta ada perasaan was-was terlewat setasiun.

kereta

Rasa canggung terhadap penumpang lain yang kebetulan bersebelahan. Interaksi masih sangat minim hanya sekedar bertanya mau kemana dan dari mana?

Transportasi bis banyak sekali dipilih karena banyak hal, ada yang berlasan rumah mereka masuk dalam jalur, jadi bisa langsung turun depan rumah.

Adapula yang harus menambah ojek dari stasiun atau bahkan dijemput oleh keluarga di stasiun atau terminal.

Setelah melewati masa-masa berat untuk bisa pulang ke rumah, melihat senyum orang tua yang ada menjadikan sebuah reward tersendiri bagi santri yang pertama kali pulang ke rumah mereka.

Ditambah kagi, biasanya makanan enak kesukaan sang anak sudah disiapkan oleh orang tua untuk menyambutnya.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: