Mukhtamar NU Ke 13 Di Menes - almuawanah almuawanah

Mukhtamar NU Ke 13 Di Menes

Mukhtamar NU Ke-13- Di Pandeglang Khususnya di kecamatan Menes ternyata ada catatan sejarah yang luar biasa

Kamis, 16 Juni 1938. Saat itu. sekira pukul 13.00 WIB terdengar sebuah dentuman bom di Menes Banten. Namun aneh, Tak ada histeria warga.

Tak ada jeritan kesakitan atau raungan merana. dari orang-orang sekitar daerah ledakan bom itu. Padahal yang meledak itu adalah betul-betul bom. bukan bom dalam pengertian kiasan. Sebaliknya, warga malah bersorak-sorai.

Raut muka mereka menunjukkan kegembiraan yang kuat. Tua-muda, pria-wanita, dengan wajah sumringah. malah semakin berusaha mendekat pada sumber suara ledakan itu. Jangan salah menerka.

pertumbuhan dan perkembangan NU secara formal di Banten dan Jawa Barat. Dentuman meriam mengawali dimulainya acara Mukhtamar NU ke-13 ini.

Namun sebuah tanda permulaan “pesta besar” dimulai. Saat itu adalah waktu yang sangat istimewa. Hari itu sebuah pertemuan para “petinggi” Nahdlatul Ulama (NU). berskala Nasional digelar di Caringin Menes.

Benar. NU pada saat itu menggelar Mukhtamar NU Ke-13. Disaksikan ribuan warga, ratusan kiai-ulama NU sejak Banyuwangi hingga Labuhan Banten.

berkhidmat mengikuti musyawarah menentukan langkah NU ke depan. bagi kepentingan Jam’iyyah NU sendiri maupun kontribusinya. bagi kepentingan bangsa yang saat itu masih didzalimi kaum penjajah.

Sebelumnya, puluhan ribu masyarakat siswa-siswi Madrasah Mathlaul Anwar Li Nahdlatul Ulama (Malnu) yang mayoritas datang dari pelosok Banten dan sebagian Lampung, bergerak bersama dalam langkah penyambutan Kongres NU di jalan-jalan kecil dan besar.

Derap langkah para pemuda pemegang panji-panji kebesaran NU. mengepulkan debu jalanan bercampur dengan tetes keringat. yang mengucur seperti kerasnya muntahan semangat perjuangan.

gegap-gempita kegembiraan dalam dada. mereka menyambut dilangsungkannya hajat besar itu. Pawai itu adalah pawai NU pertama di Banten dan Jawa Barat. Pawai itu adalah yang terbesar dari sekian banyak aktifitas rapat akbar NU di Banten dan Jawa Barat.

TOKOH-TOKOH

Sangat luar biasa. Siapa gerangan “sohibul bait” yang bergerak di belakang layar acara gempita itu? Perhelatan sangat besar itu digelar atas dukungan penuh kH. Tb. Rusydi dan KH Mas Abdurrahman, seorang tokoh pendidikan Islam yang kemudian mendirikan Mathlaul Anwar (MA) .

Selain saat itu KH Mas Abdurrahman menjabat Ketua Syuriyah NU Cabang Menes Banten, kiai sederhana dengan pikiran sangat maju inipun sebenarnya adalah salah seorang “bidan” yang ikut melahirkan NU bersama-sama KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah dan sejumlah kiai-ulama lainnya, meskipun mungkin secara tidak langsung.

Sejumlah nama para pendiri NU yang disebut terakhir itu adalah teman sejawatnya ketika KH Mas Abdurrahman mukim di Mekkah Al-Mukarramah. dalam rangka berguru ilmu agama untuk sekian lamanya.

Kenyataan ini yang selanjutnya patut diambil hikmahnya: Ada semacam isyarat sejarah dan zaman yang memberikan suatu predikat tersendiri bagi perhelatan NU di Menes itu.

Tokoh yg berperan aktif dalam acara ini adalah kiayi Tb. Muhammad Rusydi dan Kiayi Mas Abdurrahman. Paska Mukhtamar NU Ke-13 di Menes itu semakin matang.

HASIL KEPUTUSAN MUKHTAMAR NU KE 13

  1. Shalat Dhuha Berjamaah.
  2. Membaca Al-Fatihah Oleh Makmum.
  3. Shalat Hari Raya Di lapangan.
  4. Bermakmum Kepada Golongan Khawarij. Kaitanya dengan I’adah /Mengulang Lagi Shalatnya.
  5. Pengertian Darurat Menurut Syari.
  6. Membeli Padi Dengan Janji Dibayar Besok Panen.
  7. Menggarapkan Sawah Kepada Orang. Yang Tidak Mau Mengeluarkan Zakatnya.
  8. Menyewa Pohon Karet Untuk Diambil Getahnya.
  9. Pemberian Hadiah Untuk Melariskan Dagangannya.
  10. Membeli Serumpun Pohon Bambu.
  11. Inventarisasi Kantor Yang Dibeli. Dengan Uang Sumbangan Dengan Maksud Wakaf.
  12. Menyumpah Pendakwa Yang Sudah Mempunyai Bukti.
  13. Memberikan Kepada Sebagian Ahli Waris Tanpa Ijab Qobul.
  14. Menyerahkan Padi Dengan Maksud Zakat.
  15. Kepada Anak Muslim. Orang Tua Bernasehat “kamu Harus Tetap Pada Agamamu”.Dan Kepada Anak KristenBernasihat “Kamu Harus Tetap Pada Agamamu”.
  16. Pengertian Balad Pada Bab Zakat.
  17. Berobat Untuk Mencegah Hamil.
  18. Membaca Al-Qur’an Dengan Putus-Putus. Untuk Memudahkan mengajah Hijaiyah.
  19. Memasuki Organisasi Islam.
  20. Menuduh Organisasi Nahdlatul Ulama. Sebagai Sesuatu Yang Bid’ah.
  21. Perkawinan Perempuan Yang Ditalaq Raj’i.
  22. Menggambar Binatang Dengan Sempurna.

Pada tahun 1952 NU melaksanakan muktamar di Palembang Sumatera Selatan. hadir dari Banten tiga tokoh ‘ulama yaitu: KH. Amin Djasuta dari kota Serang. KH.Ayip Muhammad Dzuhri menantu dari KH.Tb. Ahmad Khotib dan KH. Uwes Abu Bakar. yang saat itu rangkapjabatan sebagai Ketua NU Banten sekaligus Ketua PB. Malnu.

Dari beberapa hasil keputusan muktamar NU Palembang. di antaranya NU menyatakan keluar dari partai Masyumi. ketiga utusan dari Banten menerima dan menyetujuinya kecuali KH. Amin Djasuta. yang menolak dan akhirnya dia pindah ke Jam’iatul Wasliyah yang berpusat di kota Medan.

Pada masa ini NU di Banten banyak memeiliki tokoh besar pasca meninggalnya tokoh-tokoh NU Banten masa pertama. Sebut saja KH. Abdul Kabir Kubang Petir, KH. Maani Rusydi, KH. Mohammad Amin, KH. Syanwani Tirtayasa,

NU BANTEN 1952-2000

KH. Dzamzami Kaloran, KH.Buya Muhammad Dimyati, KH. Mufti Asnawi Binuang, KH. Ahmad Najiullah Cibeber, KH. Ghomrowi Ardani dsb. Sebagian dari mereka terlibat langsung dalam struktur NU dan sebagiannya lagi adalah para kesepuhan yang setia mengawal ajaran ahlussunnah wal jama’ah annahdiyyah.

NU BANTEN 2018

Pada hari Sabtu November 2018 dikukuhkanlah pengurus PWNU Banten masa bakti 2018-2023 di Alun-Alun Kota Serang Banten. Dikukuhkan sebagai Rois Syuriah KH. Tb. Abdul Hakim dan Ketua Tanfidziah KH Bunyamin.

Hadir dalam acara pengukuhan itu Mustasyar PBNU KH. Maruf Amin. yang juga mantan Rais Aam PBNU), Kiayi Khos Banten Buya Muhtadi. Gubernur Wahidin Halim, Wagub Adhika Hazrumi.

Menarik dalam kepengurusan NU periode 2018-2023 ini. karena didalamnya bergabung para intelektual Banten yang dikenal keilmuannya. dalam bidang pemikiran Islam di dunia perguruan tinggi. termasuk Rektor UIN Banten Prof. DR. Fauzul Iman dan Untirta Prof. DR. Soleh Hidayat, DR. Wawan wahyuddin, DR. Fatah Sulaiman, KH DR. M. Romli dsb. Di samping para kiayi Sepuh Banten seperti Buya Murtado, KH. Ariman Anwar, KH. Maimun Ali dsb.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: