Marhaban Ya Ramadhan Menyambut Bulan Penuh Berkah

Marhaban Ya Ramadhan-Persiapan menyambut Ramadan memanglah begitu menarik buat dibahas. Untuk seseorang Muslim, kehadiran bulan Ramadan pastinya hendak disambut dengan rasa gembira serta penuh rasa syukur.

Perihal itu sebab bulan Ramadan ini ialah bulan maghfirah, rahmat, serta manuai pahala dan fasilitas jadi orang yang muttaqin. Telah sepatutnya kalian melaksanakan persiapan menyongsong Ramadan. Perihal ini dicoba supaya Ramadan kali ini betul- betul mempunyai nilai yang besar serta bisa mengantarkanmu jadi orang yang bertaqwa.

Persiapan menyongsong Ramadan ini butuh dicoba dengan melaksanakan suatu perihal yang baik. Sesungguhnya, gimana persiapan menyongsong Ramadan yang baik?

Berdoa Kepada Allah SWT

Doa ialah ibadah yang dengan- Nya para hamba mengkomunikasikan hajat serta harapan kepada Allah SWT. Doa yang dimaksudkan di mari merupakan meminta kepada allah SWT buat dikarunia usia panjang, sampai bertemu dengan bulan Ramadan.

Pada persiapan menyongsong ramadan, terdapat baiknya buat berdoa kepada Allah SWT supaya dipertemukan dengan bulan ramadan semenjak 6 bulan tadinya serta sepanjang 6 bulan selanjutnya pula berdoa supaya puasanya diterima oleh Allah SWT. Tidak terdapat yang dapat menjamin kalian dapat hingga ke bulan ramadan ataupun tidak.

Oleh sebab itu, terdapat baiknya di sisa hari menjelang ramadan ini buat senantiasa berdoa buat dipertemukan dengan ramadan. Meminta utnuk diberi kekuatan, kemudahan, serta taufiqNya buat mengisi ramadan dengan bermacam ibadah, amal shaleh, serta ketaatan kepada Allah SWT.

Menyambutnya dengan Gembira

Persiapan menyongsong ramadan butuh disambut dengan bersukacita serta bergembira. Karena ramadan tiba bawa rahmat, ampunan, pembebasan dari neraka, satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, serta bermacam- macam keutamaan yang lain. Oleh sebab itu, buat para pecinta serta perindu kebaikan tentu bahagia serta bersukacita dengan kedatangannya.

Semacam yang dicoba oleh Rasulullah SAW senantiasa mengantarkan berita gembira kepada para teman jika ramadan hendak tiba. Dia melaksanakannya supaya mereka termotivasi menggunakan momen ramadan serta berupaya meraup keutamannya.

Umumnya berita gembira yang dicoba oleh Rasulullah SAW ini berbentuk uraian keistimewaan serta keutamaan bulan ramadan. Oleh sebab itu, bagaikan ummat ataupun bagaikan hamba yang siuman dengan bermacam kelemahan, kekurangan, serta kelalaian dalam ibadah sepanjang ini, kalian pantas bersuka cita dengan kehadiran ramadan ini. Sebab ramadan ialah momen buat tingkatkan mutu diri serta iman.

Taubat

Persiapan menyongsong ramadan yang lain merupakan dengan bertaubat dari dosa serta maksiat. Perihal ini butuh dicoba sebab kalian hendak melaksanakan bermacam ibadah serta ketaatan kepada Allah STW. Sedangkan dosa serta maksiat bisa membatasi seorang dari ketaatan. Soalnya, dosa serta maksiat bisa mengotori serta menutupi hati.

Sang owner hati yang tertutupi oleh dosa serta maksiat umumnya hendak berat melaksanakan ibadah serta amal shaleh. Oleh sebab itu, perlunya diri kalian buat mensterilkan hati dari bercak dosa serta maksiat dengan perbanyak taubat serta istighfar.

Taubat yang sebenar- benarnya merupakan taubat nasuha, ialah dengan meninggalkan serta menyesali dosa pada masa kemudian dan mempunyai tekat yang kokoh buat tidak lagi megulangi dosa tersebut.

Menyelesaikan Puasa Tahun Lalu

Telah sepatutnya kalian melaksanakan qadha puasa sesegera bisa jadi saat sebelum tiba ramadan selanjutnya. Tetapi jika kalian memliki banyak aktivitas ataupun halangan tertentu buat mengqadhanya, misalnya semacam seseorang bunda yang padat jadwal menyusui anaknya, hingga hendak menyelesaikan hutang puasa tahun kemudian di bulan Sya’ ban.

Soalnya, dengan menunda qadha puasa dengan terencana tanpa terdapat uzur syar’ i sampai masuk ramadan selanjutnya merupakan dosa. Hingga kewajibannya merupakan senantiasa mengqadha serta ditambah kewajiban membayar fidyah bagi sebagian ulama.

Persiapan serta Perencanaan Target

Perkara yang tidak kalah berartinya dalam menyongsong bulan ramadan merupakan dengan persiapan serta perencanaan sasaran. Perihal ini memanglah bertabiat teknis, tetapi sangat berarti. Sebab dengan persiapan serta perencanaan yang baik, hendak sangat menolong mengoptimalkan ibadah serta amal shaleh pada bulan ramadan.

Misalnya saja, kalian dapat mempersiapkan serta merancang sasaran buat membaca Alquran. Perihal ini berarti, guna buat mengoptimalkan mutu serta kuantitas teks Alquran di bulan ramadan.

Mempelajarai Ilmu tentang ramadan

Pada agama Islam, mementingkan ilmu saat sebelum mengatakan serta beramal. Ilmu ini dipentingkan saat sebelum beramal, sebab ketentuan diterimanya amal sehabis ikhlas merupakan mutaba’ ah, ialah amal tersebut wajib benar serta cocok dengan syari’ at serta sunnah.

Oleh sebab itu, buat menyongsong ramadan dengan ilmu, kalian butuh menyegarkan kembali pelajaran tentang fiqh ibadah pada bulan ramadan. Misalnya dengan fiqh puasa, shalat tarawih, zakat, sedekah, serta ibadah- ibadah yang lain.

Mensterilkan Hati dari Bermacam Watak Dendam serta Hasad

Dendam serta hasad ataupun dengki merupakan watak yang tercela. Sedangkan terbebas dari watak tercela tersebut ialah karakteristik orang beriman serta bertakwa. Terbebas dari watak oendendam ialah ciri penunggu surga.

Begitu pula dengan watak iri hati serta dengki ataupun hasad, yang ialah watak kurang baik yang sangat beresiko. Watak ini dapat menghapuskan amalan kebaikan bagai api yang melahap kayu bakar.

Oleh sebab itu, seseorang Muslim hendak mensterilkan dirinya dari watak kurang baik ini saat sebelum merambah bulan ramadan. Supaya dikala merambah bulan mulia tersebut dengan hati yang bersih serta hati yang luas.

Mempersiapkan Raga dengan Melindungi Kesehatan

Persiapan menyongsong ramadan berikutnya ialah dengan mempersiapkan keadaan raga dengan melindungi kesehatan. Persiapan raga supaya senantiasa sehat serta kokoh di bulan ramadan sangatlah berarti. Kesehatan ialah modal utama dalam beribadah. Bila kalian sehat, hingga bisa melaksanakan ibadah dengan baik.

Tetapi kebalikannya, bila kalian sakit hingga ibadahnya hendak tersendat. Kalian dapat melaksanakannya dengan melindungi kesehatan serta energi dengan metode melindungi pola makan yang sehat serta bergizi serta rehat yang lumayan.

Amalan Menyambut Ramadhan

waktu semakin mendekati bulan Ramadhan. Sudah maklum bagi kita semua keistimewaan bulan Ramadhan. Hal ini bisa terasakan pada kehidupan di sekitar kita.

Tidak hanya harga sembako yang secara perlahan tapi pasti mulai beranjak naik, tetapi juga semangat beribadah semua orang dari anak-anak hingga nenek-nenekpun semakin bertambah.

Bahkan masjid dan mushalla mulai berbenah diri untuk menyambut, tarawih, tadarrus dan buka bersama. Lantas apa semua amalan-amalan yang sebaiknya dilakukan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan ini?

1. Amalan hati

yaitu niat menyambut bulan Ramadhan dengan lapang hati (ikhlas) dan gembira. Karena hal itu dapat menjauhkan diri dari api nereka.

Sebuah hadits yang termaktub dalam Durrotun Nasihin menjelaskan dengan.

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ

Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.

Begitu mulianya bulan Ramadhan sehingga untuk menyambutnya saja, Allah telah menggaransi kita selamat dari api neraka. Oleh karena itu wajar jika para ulama salaf terdahulu selalu mengucapkan doa:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah sampaikanlah aku dengan selamat ke Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan aku hingga selesai Ramadhan”.

Sampai kepada Ramadhan adalah kebahagiaan yang luar biasa, karena hanya di bulan itu mereka bisa mendapatkan nikmat dan karunia Allah yang tidak terkira.

Tidak mengherankan jika kemudian Nabi saw dan para sahabat menyambut Ramadhan dengan senyum dan tahmid, dan melepas kepergian Ramadhan dengan tangis.

2. Berziarah ke makam orangtua

Mengirim doa untuk mereka yang oleh sebagain daerah dikenal dengan istilah kirim dongo poso. Yaitu mengirim doa untuk para leluhur dan sekaligus bertawassul kepada mereka semoga diberi keselamatan dan berkah dalam menjalankan puasa selama sebulan mendatang.

Tawassul dalam berdo’a merupakan anjuran dalam islam. Sebagaimana termaktub dalam Surat al-Maidah ayat 35

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Q.S. al-Maidah: 35).

Diriwayatkan pula dari sahabat Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulallah Muhammad s.a.w ketika menguburkan Fatimah binti Asad, ibu dari sahabat Ali bin Abi Thalib, beliau berdoa :

اَللَّهُمَّ بٍحَقٍّيْ وَحَقِّ الأنْبٍيَاءِ مِنْ قَبْلِيْ اغْفِرْلأُمِّيْ بَعْدَ أُمِّيْ

Artinya: Ya Allah dengan hakku dan hak-hak para nabi sebelumku, Ampunilah dosa ibuku setelah  Engkau ampuni ibu kandungku. (H.R.Thabrani, Abu Naim, dan al-Haitsami) dan lain-lain.

3. Saling memaafkan

Mengingat bulan Ramadhan adalah bulan suci, maka tradisi bersucipun menjadi sangat seseuai ketika menghadapi bulan Ramadhan. Baik bersuci secar lahir seperti membersihkan rumah dan pekarangannya dan mengecat kembali mushalla, maupun bersuci secara bathin yang biasanya diterjemahkan dengan saling memaafkan antar sesama umat muslim.

Terutama keluarga, tetangga dan kawan-kawan. Hal ini sesuai dengan anjuran Islam dalam al-Baqarah ayat 178;

…فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (dia) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.(QS. 2:178)

Menurut sebuah hadis shahih, Nabi Muhammad saw. Pernah menganjurkan agar siapa yang mempunyai tanggung jawab terhadap orang lain, baiknya itu menyangkut kehormatan atau apa saja, segera menyelesaikannya di dunia ini, sehingga tanggung jawab itu menjadi bebas (bisa dengan menebus, bisa dengan meminta halal, atau meminta maaf). Sebab nanti di akherat sudah tidak ada lagi uang untuk tebus menebus.

Orang yang mempunyai tanggungan dan belum meminta halal ketika dunia, kelak akan diperhitungkan dengan amalnya: apabila dia punya amal saleh, dari amal salehnya itulah tanggungannya akan ditebus; bila tidak memiliki, maka dosa atas orang yang disalahinya akan ditimpakan kepadanya, dengan ukuran tanggungannya. (Lihat misalnya, jawahir al-Bukhori, hlm. 275, hadis nomer: 353 dan shahih Muslim, II/430).

Dengan kata lain, jika seseorang ingin bebas dari kesalahan sesama manusia, hendaklah meminta maaf kepada yang bersangkutan. Begitu pula jika seseorang menginginkan kesucian diri guna menyambut bulan yang suci maka hendaklah saling memafkan.

Baca Juga : Makna Dibalik Ucapan Assalamualaikum

Tinggalkan komentar