Lafadz Takbiran Pada Malam Hari Raya - almuawanah

Lafadz Takbiran Pada Malam Hari Raya

Lafadz Takbiran – Hal yang sangat dirindukan serta dinantikan oleh umat muslim di dunia sesudah melaksanakan wukuf di pada ialah mendengar suara takbir Idul Adha.

Pada dasarnya membaca takbir merupakan sebagian dari dzikir.

Dengan bertakbir, seorang akan ingat kepada keagungan Allah Sang Pencipta. Sebab itu tidak terdapat larangan dalam bertakbir selama masih dalam batasan kewajaran.

Pengerian Takbiran

Takbiran didalam umat islam merupakan tradisi terutama di indonesia, kegiatan takbiran dikumandangkan pada malam hari raya idul fitri dan idul adha.

Biasanya diselenggarakan di masjid atau mushola dan ada juga yang berkeliling kota beramai-ramai berjalan kaki ataupun naik kendaraan.

Istilah Takbiran diambil dari kata takbir, sebab pada malam takbiran itu kata Allahuakbar diucapkan berulang-ulang, Selain takbir diucapkan juga tahlil dan tahmid.

Jenis bacaan takbir

Bacaan takbir dibagi menjadi dua macam sesuai petunjuk aturan pembacaannya yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad.

Takbir mursal adalah takbir yang tidak mengikuti shalat, atau tdk harus dibaca setelah melaksanakan sholat baik fardu maupun sunnah.

Takbir mursal disunahkan pada setiap waktu dimanapun dn dlm keadaan apapun. Yg di mulai dari terbenamnya matahari malam ied sampai imam melakukan takbirotul ihrom sholat ied. baik iedul fitri maupun iedul adha.

Adapun Takbir muqayyad (memiliki waktu khusus, yaitu takbir yg mengikuti shalat, dibaca setelah melaksanakan sholat baik fardu maupun sunnah). Adapun waktu pembacaan takbir muqayyad yaitu stlah subuh hari Arafah (9 dzulhijjah) sampai Ashar akhir hari Tasriq -13 Dzulhijjah.

Lafadz Takbiran

Berikut ini adalah lafadz takbiran yang dianjurkan untuk dibaca pada malam dan hari raya id. Takbir dilafalkan sebanyak tiga kali sebagaimana penjelasan Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Majmu’, Syarhul Muhadzdzab:

اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.

Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar.”

Selain tiga takbir ini, kita menambahkannya dengan zikir sebagai berikut sebagaimana zikir-takbir Rasulullah SAW di bukit Shafa yang diriwayatkan Imam Muslim:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ اِلَّا اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.

Artinya, “Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar.”

Takbir yang sering dibaca masyarakat

Adapun lafadz takbiran yang sering dibaca masyarakat sebagai berikut tidak masalah. Lafadz takbiran itu cukup baik untuk dibaca.

اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.

Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.”

Imam An-Nawawi menjelaskan sifat takbir pada malam dan hari raya. Imam An-Nawawi menyebut tiga takbir berturut-turut yang dikutip dari Imam As-Syafi‘i dan ulama syafiiyah:

صفة التكبير المستحبة الله اكبر الله اكبر الله اكبر هذا هو المشهور من نصوص الشافعي في الام والمختصر وغيرهما وبه قطع الاصحاب

Artinya, “Sifat takbir yang dianjurkan, ‘Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.’ Ini (takbir 3 kali) yang masyhur dari nash Imam As-Syafi’i dalam Kitab Al-Umm, Al-Mukhtashar, dan selain keduanya. Sifat ini yang dipegang ulama ashab,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, [Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah: 2010 M], juz V, halaman 42).

Adapun berikut ini adalah penjelasan Imam An-Nawawi terkait lafadz takbiran yang lazim dibaca oleh masyarakat.

قال صاحب الشامل والذي يقوله الناس لا بأس به أيضا وهو الله اكبر الله اكبر الله اكبر لا اله الا الله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Artinya, “Penulis Kitab As-Syamil mengatakan, lafal takbir yang dibaca masyarakat selama ini tidak masalah, yaitu ‘Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu,’” (Lihat Imam An-Nawawi, 2010 M: V/42-43).

Sebagian ulama mazhab As-Syafi’i menambahkan lafal takbir berdasarkan pandangan Imam As-Syafi’i pada qaul qadim:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا اللهُ اَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا وَالحَمْدُ للهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا وَأَبْلَانَا

Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, Allāhu akbar ‘alā mā hadānā, wal hamdu lilāhi ‘alā mā awlānā wa ablānā.

Artinya, “Allah maha besar, segala puji yang banyak bagi Allah. Allah maha besar atas hidayah-Nya kepada kita. Segala puji bagi Allah atas nikmat dan ujian-Nya untuk kita.”

Makna Idul Adha

  1. Semangat Berbagi untuk Sesama

    Memperingati Hari Raya Idul Adha, setiap umat Muslim yang mampu dianjurkan untuk membeli dan menyembelih hewan qurban. Setelah itu, daging qurban tidak hanya disantap bersama keluarga tapi juga dibagikan kepada tetangga, saudara, serta orang-orang yang membutuhkan. Dari kegiatan ini, Idul Adha dapat menumbuhkan semangat berbagi dan tolong menolong untuk sesama.

  2. Memberikan Pengorbanan

    Ibadah pada hari Idul Adha mengajarkan umat Islam untuk selalu memberikan pengorbanan kepada segala sesuatu yang dilakukan.

  3. Memberikan Keikhlasan

    Idul Adha dapat mengingatkan umat muslim untuk senantiasa ikhlas atas cobaan yang diberikan. Dengan ikhlas, ujian seberat apapun InsyaAllah akan mendapatkan hikmah yang terbaik dari Allah SWT.

  4. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

    Sesuai makna dari kata Qurban yang berasal dari kata Quraba atau dekat, ibadah qurban pada hari Idul Adha memiliki makna kedekatan. Tak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, Idul Adha juga menjadi sarana mendekatkan diri pada keluarga dan saudara.

  5. Silaturahmi

    Pada Hari Raya Idul Adha, terdapat tradisi mengunjungi sanak saudara. Interaksi dengan tetangga dan kerabat dapat terjalin ketika pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban.

  6. Segalanya Milik Allah SWT

    Melalui perayaan Idul Adha, umat muslim menyadari bahwa apa yang ada di langit dan bumi adalah milik Allah SWT. Semua harta benda yang dimiliki sejatinya adalah milik Allah SWT.

Keutamaan mengumandangkan takbir

1. Untuk memperoleh ketenangan pikiran serta terhindar dari perasaan kurang baik yang bisa memunculkan fitnah serta dosa.

2. Supaya jiwa serta raga terhindar dari perbuatan keji serta mungkar yang menjauhkan dari berkah Allah SWT, dan hal- hal yang menghapus amal ibadah.

3. Dibukakan pintu kemudahan dari Allah SWT untuk rezeki serta senantiasa terpelihara pada jalan kebaikan serta kebenaran.

4. Memperoleh solusi tercepat serta mudah dari Allah SWT ketika sedang tertimpa permasalahan ataupun hal- hal yang membuat hati kita bersedih.

5. Dapat meredakan serangan api dalam bencana kebakaran yang meluap serta membesar.

6. Diberikan ketaqwaan, ketabahan serta kesabaran dalam mengalami bencana.

7. Dapat mendatangkan banyak pahala, berkah serta datangnya rezeki dari Allah dari tempat yang tidak terduga sebelumnya.

8. Menghindari kejahatan yang nampak ataupun yang tidak nampak.

9. Menguatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT beserta utusan terakhirnya Nabi Muhammad SAW.

10. Bisa membuat hati serta kesadaran akan pentingnya pertolongan Allah SWT semakin kokoh, serta tidak meyakini terdapatnya kekuatan yang melebihi dari kekuatan yang dimiliki Allah SWT

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: