7 Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan Sunnah

Keutamaan Bulan Dzulhijjah Bulan Dzulhijjah disebut sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Puasa di bulan Dzulhijjah ialah satu dari sebagian amalan utama menjelang hari raya qurban ataupun Iduladha.

Selain itu, terdapat juga sejumlah amalan yang hanya bisa dikerjakan pada bulan Dzulhijjah seperti ibadah haji dan berkurban.

Sementara orang yang tidak mampu dianjurkan memperbanyak amalan sunah lainnya seperti sedekah, shalat, dan puasa, Karenanya, kesempatan beribadah tidak hanya diberikan kepada jama’ah haji.

Siapapun mendapat kesempatan beramal meskipun dalam bentuk yang berbeda-beda.

Berikut ini Keutamaan Bulan Dzulhijjah

1. Sepuluh Hari Pertama

Keutamaan bulan dzulhijjah
Keutamaan bulan dzulhijjah

Anjuran memperbanyak amal saleh itu termaktub dalam beberapa hadits. Misalnya hadits riwayat Ibnu ‘Abbas yang ada di dalam Sunan At-Tirmidzi:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر

Artinya, “Rasulullah SAW berkata: Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini,” (HR At-Tirmidzi). Hadits di atas menunjukkan beramal apapun di sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat dianjurkan.

Namun kebanyakan ulama menggunakan hadits di atas sebagai dalil anjuran puasa sembilan hari pada awal Dzulhijjah. Hal ini terlihat dalam pembuatan judul bab hadits tersebut.

Ibnu Majah memberi judul bab hadis di atas dengan “shiyamul ‘asyr (puasa sepuluh hari)”. Dalam kajian hadits, pemberian judul bab sekaligus menunjukan pemahaman seorang rawi terhadap hadis yang diriwayatkan.

Artinya, secara tidak langsung Ibnu Majah selaku perawi menjadikan hadits itu sebagai dalil kesunahan puasa. Karenanya, Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan:

واستدل به على فضل صيام عشر ذي الحجة لاندراج الصوم في العمل

Artinya, “Hadits ini menjadi dalil keutamaan puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, karena puasa termasuk amal saleh.”

Kendati disebutkan puasa sepuluh hari dalam hadits di atas, ini bukan berati pada tanggal 10 Dzulhijjah juga dianjurkan puasa. Malah puasa pada tanggal itu dilarang karena bertepatan dengan ‘Idul Adha. Terkait maksud “ayyamul ‘asyr” ini, An-Nawawi sebagaimana dikutip Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan:

والمراد بالعشر ها هنا الأيام التسعة من أول ذي الحجة

Artinya, “Yang dimaksud sepuluh hari di sini ialah sembilan hari, terhitung dari tanggal satu Dzulhijjah.”

2. Bulan Yang Dimulyakan (Bulan Haram)

Keutamaan bulan dzulhijjah
Keutamaan bulan dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah termasuk dalam bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Dzulhijjah merupakan satu dari empat bulan yang tergolong bulan haram. Tiga bulan lainnya adalah Muharam, Rajab, dan Zulkaidah.

Bulan haram ini sesuai dengan firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 36.

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ –

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa,” terjemahan surat At-Taubah ayat 36.

Melalui ayat ini, umat Islam dilarang untuk menganiaya diri sendiri. Sebaliknya, lakukan amalan yang dapat meningkatkan keimanan.

3. Hari Arafah

Keutamaan bulan dzulhijjah
Keutamaan bulan dzulhijjah

Hari Arafah merupakan puncak ibadah haji yang jatuh sehari sebelum Hari Raya Idul Adha ketika jutaan jemaah haji menjalankan wukuf di padang Arafah.

Hari Arafah juga momen di mana umat Muslim di seluruh dunia menjalankan puasa sunnah yang menurut sebuah riwayat pahala puasa Arafah mampu menghapuskan dosa-dosa selama setahun. Allah SWT berfirman:

وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَميِقٍ

4. Bulan Haji

Keutamaan bulan dzulhijjah
Keutamaan bulan dzulhijjah

Pada bulan Dzulhijjah, Allah SWT mengundang umatnya untuk tiba ke rumah Allah atau Baitullah, di Mekkah.

Pada bulan Dzulhijjah ini umat Islam dapat melaksanakan rukun Islam ialah naik Haji untuk yang mampu. Jika telah melaksanakan ibadah haji, hingga sempurnalah keislaman seorang.

Pada masa pandemi virus corona, pemerintah Indonesia tidak mengirimkan jemaah haji ke Arab Saudi. Sekalipun begitu, para calon jemaah senantiasa bisa mengambil hikmah dari kejadian ini.

5. Hari Raya Idul Adha

Keutamaan bulan dzulhijjah
Keutamaan bulan dzulhijjah

Keutamaan bulan Dzulhijjah yang ke lima ini satu dari dua hari raya umat Islam akan diperingati. Umat Islam memperingati Hari Raya Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Hari besar dalam agama Islam ini ialah peringatan peristiwa sejarah kurban, meneladani cerita Nabi Ibrahim AS serta anaknya Nabi Ismail AS.

Hari Raya Idul Adha dirayakan dengan shalat Idul Adha kemudian diiringi dengan penyembelihan qurban. Pada hari ini pula umat Islam diajarkan untuk memperbanyak takbir.

6. Bulan Berqurban

qurban

Selain ibadah haji, umat Islam juga disunahkan untuk berkurban pada bulan ini. Berkurban dilakukan dengan menyembelih hewan kurban lalu membagikannya kepada sesama. Perintah berkurban terdapat dalam Alquran.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah diri-lah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),” terjemahan surat Al-Hajj ayat 34.

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Aisyah menuturkan dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan.

Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya.

Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (Hadits Hasan, riwayat al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117)

7. Hari Tasyrik

Hari Tasyriq
Hari Tasyriq

Pada bulan Dzulhijjah terdapat pula hari Tasyrik yakni setelah Hari Raya Idul Adha pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah. Tahun ini, Idul Adha atau 10 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 31 Juli 2020.

Hari Tasyrik adalah hari di mana umat Islam dilarang berpuasa, tapi dianjurkan banyak berzikir dan berbagi.

Dari Nubaisyah Al Hudzali, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha (yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah)

Kalau hari tasyrik disebut hari makan dan minum berarti ketika itu tidak dibolehkan untuk berpuasa apa pun di hari-hari tersebut (11, 12, 13 Dzulhijjah). Inilah pendapat yang lebih dikuatkan dalam madzhab Syafi’i.

Semoga kita mendapatkan keberkahan dan semua amal yang kita kerjakan menjadi investasi di akhirat nanti atas ridha Allah Swt.

Wallahualam..

Baca Juga : Qurban Ibadah Paling Utama Pada Hari Raya Idul Adha

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: