Idul Adha Sebagai Momentum Mendekatkan Diri Kepada Allah Swt

Sebentar lagi ingin hari raya Idul Adha nih, umat Muslim Indonesia siap- siap menyongsong serta memperingatinya dengan penuh suka cita, ini pula saatnya untuk berkurban serta berbagi untuk kita yang mampu.

Idul Adha ini pula ialah hari raya yang sangat menarik, banyak sekali aktivitas ibadah didalamnya serta pula hikmah positif yang dapat kita ambil serta teladani bersama.

Sejarah serta arti idul adha

Idul Adha merupakan suatu hari raya umat Muslim. Pada hari ini diperingati kejadian qurban, ialah kala Nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mempertaruhkan putranya untuk Allah, setelah itu sembelihan itu digantikan oleh- Nya dengan domba.

Kenapa Hari Raya Idul Adha disebut juga dengan lebaran Haji?

Disebut sebagai lebaran sebab tepat pada bulan Dzulhijjah umat Islam di segala dunia tengah melaksanakan rukun Islam ke 5 ialah ibadah haji yang terletak di Masjidil Haram.

Pada 10 Dzulhijjah atau bertepatan dengan Idul Adha, umat Islam yang menunaikan ibadah haji sedang melakukan rukun haji terakhirnya dengan penyembelihan hewan qurban.

Peristiwa qurban berkaitan dengan ibadah haji

Pada buku Di Balik 7 Hari Besar Islam (2012) karya Muhammad Sholikhin, Hari Raya Haji merupakan berkumpulnya umat Islam dunia, yang seharusnya menjadi ajang muktamar atau konferensi terbesar umat Islam sedunia untuk membahas persoalan-persoalan umat Islam.

Di mana itu ditandai dengan hari wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijah. Wukuf merupakan salah satu ritual dalam menunaikan ibadah haji yang mengajarkan untuk meninggalkan aktivitas sejenak (berdiam diri) di Arafah

ketika mulai waktu tergelincir sampai terbenam matahari. Padang Arafah adalah tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah dipisahkan di dunia,

dan merupakan tempat yang sakral bagi umat Islam. Tempat tersebut juga menjadi tempat nabi Adam bertaubat, dan memperoleh petunjuk sebagai bekal menjalani kehidupan di bumi.

Bagi yang tidak berhaji disunahkan berpuasa pada 8-9 Dzulhijah. Itu sebagai simbol solidaritas dan pengorbanan untuk sesama manusia.

Dengan memakai pakaian ihram warna putih, para jamaah haji melaksanakan ibadah haji. Bulan Dzulhijah disebut juga dengan bulan besar,

Al syahr al akbar yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Bahkan perayaan dan peringatannya, dalam konteks syariah justru lebih agung dibanding dengan hari raya Idul Fitri.

Pengorbanan Nabi Ibrahim

Lebaran Qurban tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim yang melakukan pengorbanan atas perintah Allah SWT.

Nabi Ibrahim disebut juga dengan Abul Anbiya (Bapaknya para Nabi). Sejarah penyembelihan hewan qurban berasal dari kisah Nabi Ibrahim bersama putra Nabi Ismail.

Banyak teladan yang dapat kita ambil dari Nabi Ibrahim. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam Surah An Nahl ayat 120

إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

artinya: “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang Imam (yang dapat dijadikan teladan), qaanitan (patuh kepada Allah), dan hanif, dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang menyekutukan Allah),”

Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail di Padang Arafah. Padahal Nabi Ibrahim telah lama merindukan untuk memiliki buah hati (anak).

Namun, karena Nabi Ibrahim seorang yang patuh. Maka, ia mendahulukan perintah Allah dengan cara menaati-Nya.

Perintah dari Allah Subhanahu Wata’ala tersebut juga mendapat dukungan dari anaknya sendiri. Bahkan meminta untuk segera melaksanakannya.

Dalam firman Allah Subhanahu Wata’ala Surah Ash Shaffat ayat 102

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

artinya: “Maka tatkala anak itu sampai (pada usia sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku sedang menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!”, Ia menjawab: Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Melihat kesetiaan dan ketakwaan Nabi Ibrahim, Allah Subhanahu Wata’ala kemudian mengganti Nabi Ismail dengan hewan domba sebagai qurban.

Idul Adha merupakan hari di mana berbagi kebahagiaan di antara kaum muslimin. Adanya penyembelihan hewan qurban, umat Islam akan bergotong royong, saling membantu satu sama lain. Itu terlihat ketika penyembelihan dimulai hingga pembagian daging hasil penyembelihan.

Makna Idul Adha

Selain ibadah kurban dan haji, berikut ini adalah makna-makna dari perayaan Hari Raya Idul Adha yang bisa kita ambil.

Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Bersumber pada makna dari kata Kurban ataupun Qurban yang berasal dari kata Quraba ataupun dekat, ibadah qurban pada hari raya Idul Adha mempunyai arti keakraban.

Tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala, Idul Adha juga sebagai fasilitas mendekatkan diri pada keluarga, kerabat, serta saudara ataupun orang sebelah yang lain di dekat kita.

Demikian sebagian arti hari raya Idul Adha yang dapat kita petik. Tidak hanya banyak arti yang kita bisa, pastinya keberkahan hendak diraih lewat hari yang besar ini.

Silaturahmi

Pada setiap hari raya Idul Adha, ada tradisi mengunjungi sanak saudara dan handai taulan, juga berinteraksi dengan kerabat dan para tetangga ketika pelaksanaan salat Idull Adha dan penyembelihan hewan kurban.

ٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-Mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan darinya pada Allah menciptakan isterinya : dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa’ : 1)

Semangat untuk Berbagi kepada Sesama

Pada tiap peringatan hari raya Idul Adha, tiap umat Muslim yang sanggup dianjurkan untuk membeli serta menyembelih hewan kurban.

Sesudah itu, daging kurban tidak cuma dimakan sendiri ataupun bersama keluarga saja namun juga dibagikan kepada sanak kerabat yang lain,

para tetangga, dan orang- orang di dekat yang memerlukan. Dari seluruh aktivitas ini, Idull Adha bisa meningkatkan semangat tolong membantu serta berbagi kepada sesama.

Pengorbanan

Hari raya Idul Adha pula mengarahkan umat Muslim untuk memberikan pengorbanan, dalam perihal ini merupakan pengorbanan,

untuk mencari serta membeli hewan kurban yang baik dan sehat untuk disembelih dan setelah itu dibagikan kepada sesama.

Keikhlasan

Idull Adha bisa menegaskan umat muslim untuk tetap ikhlas atas cobaan yang diberikan. Semacam cerita Nabi Ibrahim yang dengan ikhlas merelakan anaknya Ismail untuk di sembelih.

Dengan rasa keikhlasan ini, cobaan seberat apapun Insya Allah hendak dapat dilalui serta memperoleh hikmah yang terbaik dari Allah SUbhanahu Wata’ala.

Semoga di hari raya Idul Adha ini kita senantiasa mendapatkan keberkahan, keselamatan, dan apa yang telah kita kerjakan menjadi amal ibadah,

Mengambil hikmah dari segala perbuatan, dan untuk terus peduli terhadap sesama terutama didalam keluarga.

serta menjadikan momentum ini sebagai motivasi agar terus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Wallahualam…

Baca Juga : Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Di Bulan Dzulhijjah

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: