Hari Tasyrik Idul Adha Dan Ibadah Yang Dianjurkan - almuawanah

Hari Tasyrik Idul Adha Dan Ibadah Yang Dianjurkan

Hari Tasyrik Idul Adha Merupakan hari penuh kemuliaan, hari di mana jamaah haji melakukan ritual melempar jumrah, serta hari dimana umat Islam di negara yang lain sibuk dengan menyembelih kurban. Banyak keutamaan serta amalan mulia yang dapat dilaksanakan di hari Tasyrik.

Keutamaan Hari Tasyrik

Rasulullah SAW. bersabda dalam hadist yang diriwayatkan Abu Daud:

أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ. رواه أبو داود

Artinya : Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban, kemudian hari al-qarr. (HR. Abu Daud)

Menurut Ibnu Khuzaimah, yang dimaksud yaum al-qarr adalah hari setelah Idul Qurban. Mengingat keistimewaan hari tasyrik, hendaknya mengupayakan untuk mendapatkan rahmat dan pahala dari Allah SWT di hari tersebut, Bunda.

Adapun amalan yang dapat dilaksanakan pada hari tasyrik, selain berqurban, yaitu memperbanyak zikir.

Dari Nubaisyah al-Hudzali RA. Rasulullah SAW bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّ

Artinya : “Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

Kapan Terjadinya Hari Tasyrik Idul Adha

Dengan bersumber pada pendapat mayoritas ulama bahwa hari tasyrik merupakan 3 hari setelah Iduladha,

hingga hari tasyrik pada tahun ini bersamaan dengan Sabtu, 1 Agustus 2020 sampai Senin, 3 Agustus 2020. Umat Islam yang hendak mengerjakan puasa, bisa melaksanakannya mulai Selasa, 4 Agustus 2020.

Dalam perihal ini, dia hendak mengerjakan puasa ayyamul bidh( pertengahan bulan), dengan hitungan bukan 13, 14, serta 15 Zulhijah, namun 14, 15, serta 16 Zulhijah.

Mengapa Tiga Hari Setelah Idul Adha Dilarang Puasa?

terdapat 2 versi mengenai asal-usul nama hari tasyrik untuk menyebut hari-hari 11, 12, dan 13 Zulhijah. Berdasarkan Syarh Shahih Muslim oleh Imam Nawawi,

versi pertama, disebut hari tasyrik karena pada hari-hari tersebut daging-daging kurban dijemur di bawah teriknya matahari.

Sementara itu, versi kedua dalam Fath al-Bari oleh Ibnu Hajar al-Asqalani, disebut tasyrik karena pada hari-hari itu umat Islam menyembelih kurban pada syuruq, waktu setelah matahari terbit.

Karena pada hari-hari tasyrik umat Islam masih diperbolehkan untuk berkurban, sedangkan jika seseorang mengerjakan kurban setelah hari-hari itu, tidak diakui sebagai kurban tetapi sedekah,

maka umat Islam mesti memanfaatkan tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah sebagai hari untuk menyantap daging hewan yang dikurbankan. Pada hari-hari tasyrik, umat Islam tidak hanya dapat berkurban.

Hari-hari ini dapat diisi dengan banyak-banyak membaca zikir, seperti dalam hadis yang sudah disebutkan di muka. Alasannya, hari-hari ini demikian mulia.

Diriwayatkan, Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya hari paling mulia di sisi Allah adalah hari Iduladha dan yaumul qarr (hari Tasyrik)” (H.R. Abu Dawud).

Allah berfirman dalam Surah al-Baqarah ayat 203,

“وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْدُودَٰتٍ”

yang artinya “Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Menurut Ibnu Abbas dalam Tafsîr al-Qur’ân al-‘Adhîm,

Dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan hari yang berbilang adalah hari-hari setelah Iduladha, yaitu hari tasyrik.

Terdapat perbedaan pendapat tentang hari tasyrik. Jumhur ulama berpendapat, hari tasyrik terpisah dengan hari Iduladha (10 Zulhijah).

Namun, ada pendapat lain bahwa Iduladha termasuk hari tasyrik, sehingga hari tasyrik berjumlah 4, sejak 10 hingga 13 Zulhijah.

Ibadah Yang Dianjurkan Pada Hari Tasyrik

Terdapat beberapa amalan yang dapat dikerjakan pada hari tasyrik, di antaranya sebagai berikut.

Pertama, berzikir kepada Allah dengan cara bertakbir setelah melakukan salat wajib. Selain itu, berzikir memuji Allah ketika makan dan minum.

Secara keseluruhan, umat Islam memang dianjurkan untuk banyak-banyak berzikir pada 3 hari ini.

Kedua, memperbanyak doa keselamatan dunia dan akhirat, dengan ucapan “Robbana aatina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban-naar”

yang artinya, “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka”.

Pada saat hari tasyrik idul adha, umat muslim yang sedang menunaikan ibadah haji berada di tahapan mabit( bermalam) di Mina. Setelah itu mereka melaksanakan lempar jumroh pada bertepatan pada 12 Zulhijah siang.

Di waktu- waktu tersebut, para jemaah haji diajarkan untuk perbanyak zikir serta memanjatkan doa kepada Allah SWT. Ibadah ini pula dapat dilakukan oleh umat muslim di mana pun berada, perbanyak menyebut asma Allah SWT serta meminta keberkahan.

Itu dia uraian tentang hari tasyrik yang tercantum hari istimewa untuk umat muslim. Jangan lupa perbanyak amalan baik di 3 hari tersebut Insyaallah..

Wallahualam..

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: