Do’a Shalat Dhuha, Tata Cara, dan 7 Keutamaannya

Sholat Dhuha – Dalam ajaran agama Islam, selain melaksankan sholat wajib, juga dianjurkan untuk mengerjakan sholat-sholat sunnah. Sholat sunnah merupakan ajaran yang diwahyukan oleh Allah Swt. kepada Rasulullah Saw.

Selain disunahkan juga untuk melakukan sholat sunah di malam hari seperti shalat tahajud atau shalat hajat, ada juga yang dilakukan dipagi hari yaiyu shalat Dhuha. Dengan istiqomah mengamalkan sholat sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah maka akan menyempurnakan sholat wajib Anda.

Setiap sholat sunnah memiliki, faedah dan keutamaan masing-masing.

Kali ini almuawanah akan mengulas tentang sholat Dhuha, niat sholat Dhuha, jumlah rakaat sholat Dhuha, tata cara sholat Dhuha, doa amalan setelah sholat Dhuha dan manfaat sholat Dhuha lengkap.

Shalat Dhuha merupakan salah satu sholat sunah yang dilakukan pada waktu dhuha saat matahari mulai naik hingga sekitar jam 11. Membaca doa setelah sholat juga disunahkan menjadi pelengkap ibadah dan sangat dianjurkan.

Sholat dhuha biasanya dikerjakan sebanyak 2 rakaat, namun ada juga yang melakukannya hingga 12 rakaat. Cara melakukan sholat dhuha sama sebenarnya dengan shalat sunah pada umumnya. Letak Perbedaanya ada pada pembacaan niat, doa dan waktunya.

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

Rasulullah bersabda:

َمَنْ صَلَّى الضُّحٰى اِثْنَتٰى عَشَرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللهُ لَهُ قَصْرًا فِى الْجَنَّةِ

Artinya:

Barang siapa yang melakukan shalat Dhuha dua belas rakaat, Allah akan membuatkan baginya istana di surga” (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dari hadist diatas dijelaskan bahwa jumlah rakaat shalat Dhuha sebanyak 12 rakaat. Namun rakaat yang berjumlah 12 rakaat tersebut adalah bilangan maksimal dari rakaat shalat dhuha.

12 rakaat ini dalam pengerjaannya bisa dikerjakan dengan setiap 2 rakaat diakhiri salam. Bisa juga dilakukan dengan langsung 4 rakaat dengan adanya tasyahud awal pada rakaat kedua, dan tasyahud akhir pada rakaat keempat kemudian diakhiri salam.

Untuk jumlah rakaat shalat sunnah Dhuha minimal adalah 2 rakaat dan maksimal adalah 12 rakaat. Shalat dhuha juga bisa dikerjakan secara berjama’ah, tetapi lebih utamanya dikerjakan sendiri-sendiri.

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

“Ushollii Sunnatadh Dhuha Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa’an Lillaahi Ta’aalaa.”

Artinya : Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Sholat Dhuha

Tata cara sholat Dhuha atau rukun sholat Dhuha sama dengan sholat fardhu atau sh0lat-sholat sunnah 2 rakaat lainnya. Berikut tata cara shalat Dhuha yang terdiri dari 2 rakaat.

Rukun Rakaat Pertama

  1. Membaca Niat Sholat Dhuha
  2. Membaca Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
  3. Membaca surat Al Fatihah
  4. Membaca surat dari Al Qur’an, diutamakan Surah Asy-Syamsi
  5. Melakukan Ruku dengan tumakminah
  6. Melakukan Itidal
  7. Melakukan Sujud pertama
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Melakukan Sujud kedua
  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

Rukun Rakaat kedua

  1. Membaca surat Al Fatihah
  2. Membaca surat dari Al Qur’an, diutamakan Surah Ad Dhuha
  3. Melakukan Ruku
  4. Melakukan Itidal
  5. Melakukan Sujud pertama
  6. Duduk di antara dua sujud
  7. Melakukan Sujud kedua
  8. Duduk Tahiyat akhir
  9. Mengucapkan Salam

Intinya adalah tata cara sholat Dhuha atau rukun shalat Dhuha sama dengan tata cara shalat wajib atau rukun shalat wajib 2 rakaat begitu juga bacaan lainnya. Yang membedakan hanya pada niatnya saja.

Untuk bacaan surah setelah membaca surah Al Fatihah para ulama sepakat untuk menganjurkan membaca surah Asy-Syamsi pada rakaat pertama dan surah Ad Dhuha pada rakaat kedua.

Namun ada juga yang berpendapat membaca surah Ad Dhuha pada rakaat pertama dan surah Al Ikhlas pada rakaat ke dua. Walau begitu tidak ada aturan baku untuk membaca surah-surah pendek apa, karena menyesuaikan dengan hafalan bagi yang mengerjakannya.

Lafadz Do’a dan Amalan Setelah Shalat Dhuha

Do’a shalat dhuha sebagaimana ditemukan dalam kitab I’anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, dan Hasyiyatul Jamal do’a diatas dilanjutkan dengan do’a : Baca juga : 8 kitab dasar yang dipelajari di pesantren

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

Artinya: “Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

setelah itu kita juga dianjurkan  membaca lafal doa berikut ini :

اللهم بِكَ أَصَاولُ وَبِكَ احاوِلُ وبك أقَاتِلُ

Allahumma bika ushawilu, wabika uhawilu, wabika uqotilu.

Artinya : Dengan Mu aku menerjang, Dengan Mu aku berupaya, Dengan Mu aku berjuang.

Sebagai penutup kita dianjurkan juga untuk menutup doa shalat dhuha dengan lafal berikut ini sebanyak 40 atau 100 kali jika memungkinkan:

ربِغفرلي ورحمني وتب علي انك أنت اتوب الرحيم

Robbighfir li warhamni wa tub alayya innaka antat tawwabur rahim.

Artinya : Tuhanku ampunulah aku .Kasihinilah daku. terimalah tobatku. Sungguh, kau maha penerima tobat dan maha penyayang.

Keutamaan Sholat Dhuha

Manfaat sholat Dhuha yang dirasakan oleh orang muslim yang mengerjakannya adalah dapat memudahkan rizkinya. Untuk itu diutamakan membaca surat-surat dalam sholatnya yang bisa mendatangkan rizki. Berikut beberapa keutamaan sholat Dhuha.

1. Sholat Dhuha sebagai penghapus dosa

Sesuai dengan sabda Raulullah:

“Barang siapa yang mengerjakan sholat Dhuha dan mampu menjaganya setiap waktu, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya. Sekalipun dosa-dosanya itu banyak seperti buih di lautan.” (HR. Tirmidzi dari Abu Daud Ra)

2. Sholat Dhuha sebagai Wasiat Rasulullah

Dari Abu Hurairah Ra berkata:

“Kekasihku Rasulullah saw telah berpesan kepadaku supaya berpuasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat shalat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.” ( HR. Buhkari dan Muslim).

3. Shalat Dhuha dua rakaat sebagai pengganti tasbih, tahmid dan tahlil

Rasulullah bersabda:

“Setiap pagi ada kewajiban untuk tiap-tiap persendian bersedekah. Tiap-tiap tasbih itu sedekah, tiap-tiap tahlil sedekah, tiap-tiap tahmid sedekah, tiap-tiap takbir sedekah, tiap-tiap menganjurkan kebaikan sedekah, tiap-tiap mencegah yang mungkar sedekah dan cukup menggantikan semua itu dengan dua rakaat shalat dhuha”. (HR Muslim)

4. Dua rakaat dhuha senilai 360 sedekah

Sesuai dengan hadist Rasulullah:

“Dalam tubuh manusia ada 360 ruas tulang ia diharuskan bersedekah untuk setiap ruas itu. Para sahabat bertanya: Siapa yang kuat melaksanakan itu wahai Rasulullah ? Beliau bersabda: Dahak yang ada di masjid lalu di tutupnya dengan tanah atau menyingkirkan suatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah. Atau sekiranya tidak mampu cukuplah diganti dengan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.” (HR Ahmad dan Abu Daud)

5. Diganjar dengan rumah di surga

Orang yang selalu bersedia meluangkan waktunya untuk melaksanakan shalat Dhuha 12 rekaat di awal hari akan dijanjikan ganjaran oleh Allah berupa sebuah rumah indah yang terbuat dari emas kelak diakhirat. Hal ini menurut Anas Bin Malik yang mendengar bahwa Rasulullah sawbersabda :

“Siapa saja yang shalat Dhuha 12 rekaat, Allah akan membuat untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga”” (HR. Ibnu Majah).

6. Menggugurkan dosa

Shalat Dhuha akan menggugurkan dosa-dosa orang yang rutin melakukan ibadah shalat dhuha meskipun dosanya itu sebanyak buih di lautan. Berikut hadist yang memperkuat hal ini. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

“Barangsiapa yang menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih dilautan” (HR. Tirmidzi)

7. Dibuatkan pintu khusus di surga

Keutamaan lain yang dijanjikan Allah bagi orang yang tekum mengerjakan shalat dhuha adalah bahwa dia akan dibuatkan pintu khusus di surga kelak, yakni pintu yang dinamakan pintu Dhuha.

Dengan demikian maka jelaslah bahwa orang yang tekun mengerjakan shalat dhuha memiliki kedudukan yang tinggi di mata Allah SWT hingga dibuatkan pintu tersendiri untuk memasuki surga  tidak memandang apakah ia muslim sejak lahir maupun mualaf. Rasulullah bersabda: Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad saw bersabda,

“sesungguhnya disurga ada slaah satu pintu yang dinamakan pintu Dhuha, bila datang hari kiamat malaikat menjaga surga memangil; mana ia yang melazimkan shalat Dhuha? Inilah pintu kalian maka masukilah dengan kasih sayang Allah” (HR.Thabrani)

Itulah beberapa manfaat dan keutamaan shalat Dhuha. Dengan mengetahui dan memahami keutamaan sholat Dhuha semoga akan menambah semangat Anda untuk bisa istiqomah dalam melaksanakannya dan menjaganya.

Tinggalkan komentar