Makna Dibalik Ucapan Assalamualaikum

Mengucapkan salam berupa” Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh” sudah jadi kerutinan sehari- hari umat Islam tatkala bertemu sahabat ataupun memulai pembicaraan ataupun tulisan.

Tidak hanya telah membumi bagaikan budaya serta etika bersosial, salam pada dasarnya memanglah mempunyai landasan syariah. Terdapat banyak riwayat hadits tentang ajaran salam.

Salah satunya ialah sesuatu kala Ibnu Umar bertanya kepada Rasulullah tentang amalan Islam yang sangat baik. Lantas Rasul menjawab:

أَىُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ « تُطْعِمُ الطَّعَامَ ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ ، وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ

“Memberi makan, mengucapkan Salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.” (HR Bukhari dan Muslim)

Selain berbentuk solidaritas sosial memberi makan untuk yang membutuhkan, dalam konteks hadits ini Rasul pula menekankan

dengan jelas betapa menurut Islam, salam memiliki posisi yang vital. Di dalam proses interaksi sosial, salam disampaikan tanpa pandang bulu, walaupun memanglah terdapat perbandingan komentar di golongan ulama soal siapa saja yang boleh diberi salam. Terlepas dari perdebatan itu, yang jelas seluruhnya menyepakati kalau iktikad salam merupakan doa serta komitmen yang baik.

Makna Salam

Pada satu sisi, jika ditulis secara standar struktur bahasa Arab, salam yang lengkap seharusnya ditulis

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته ,

(Assalmualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh)

yang berarti “(Semoga) keselamatan/perdamaian/keamanan/kesejahteraan dan rahmat Allah serta berkah-Nya (terlimpah) kepada kalian”.

Sebab menggunakan estetika bahasa (balaghah), maka tersusun menjadi السلام عليكم ورحمةالله وبركاته.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa mengucapkan salam diutamakan dalam redaksi yang lengkap ini. Ada konsekuensi makna di balik susunan salam tersebut.

Di antaranya adalah السلام عليكم  itu berarti doa dan komitmen keselamatan/perdamaian/keamanan/kesejahteraan antarsesama manusia. Dalam kata lain, السلام itu bisa diwujudkan oleh sesama manusia.

Sedangkan  ورحمة الله itu murni pemberian Allah, berupa apakah? Bisa berupa apa pun dan kepada siapa pun, karena rahmat merupakan otoritas Allah sebagai Sang Maha Pengasih dan Penyayang.

Dalam konteks kebangsaan Indonesia, rahmat Allah misalnya bisa berbentuk sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Agar tidak menjadi sumber konflik dan bencana bagi masyarakat, maka perlu dikelola dengan baik yang nanti bisa menjadi berkah untuk masyarakat. Inilah makna dari وبركاته, karena inti dari berkah adalah ziyadah al-khair (menambah kebaikan).

Pesan dalam salam untuk Kita

Selain sebagai doa, pengucapan salam juga merupakan sebuah ikhtiar untuk menjaga hubungan yang harmonis antarsesama makhluk ciptaan Tuhan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw:

لَا تَدۡخُلُونَ الۡجَنَّةَ حَتَّى تُؤۡمِنُوا، وَلَا تُؤۡمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلَا أَدُلُّكُمۡ عَلَى شَيۡءٍ إِذَا فَعَلۡتُمُوهُ تَحَابَبۡتُمۡ؟ أَفۡشُوا السَّلَامَ بَيۡنَكُمۡ

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman. Kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kalian suatu perbuatan jika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian.” (HR. Muslim, 54)

Dalam hadits ini dengan tegas Nabi memerintahkan kepada umatnya untuk menyebarkan salam. Bukan hanya mengucapkannya, namun yang menjadi inti dari hadits di atas adalah spirit kandungan di dalam ucapan salam itu sendiri, apa saja? Sebagaimana variasi makna as-salam, dalam bahasa kita bisa bermakna damai, selamat, aman, atau sejahtera.

Menyadari Pergeseran Salam

Masalahnya, perkataan” assalamualaikum…” dewasa ini cenderung cuma bagaikan budaya, kerutinan, ataupun formalitas tiap hari. Apalagi bisa jadi tidak sedikit yang malah tidak mengenali maknanya.

Tidak heran apabila seusai mengucapkan salam, terdapat sebagian orang yang dengan gampang menebarkan kebencian, caci maki, fitnah serta apalagi hingga melaksanakan kekerasan raga yang tidak terdapat legitimasi dari ajaran agama.

Ini yang barangkali jauh- jauh hari jadi kekhawatiran Nabi, tatkala umatnya kurang ingat hendak nilai, pesan, serta tujuan yang tercantum dalam salam.

Oleh karenanya, dikala ini kita mestinya wajib ketahui serta sadar kalau kala mengucapkan” Assalamualaikum…”, sama saja dalam benak kita berkata,” Saya menjaga keselamatanmu, maka kalian wajib melindungi keselamatanku. Ayo kita jaga perdamaian bersama.”

Di tengah suasana yang penuh dengan fitnah, adu domba, konflik serta perang semacam dikala ini, sangat indah apabila kita menyebarkan salam kepada siapa juga. Perbandingan serta keragaman beragama ataupun selera politik itu sangat mahal apabila digadaikan dengan perpecahan terlebih peperangan.

Makanya perbandingan haruslah dikelola serta” perdamaian” merupakan harga hati! Semacam yang telah dikenal bersama, berikan salam hukumnya sunah, sebaliknya menanggapi salam hukumnya harus. Dengan kata lain,” Kala aku mengajak damai, kamu wajib untuk menerima damai pula”.

Untuk itu, jika telah tahu serta sadar nilai, tujuan serta pesan perdamaian di balik Salam, akankah kita lekas tulus buat mengucapkan Assalamualaikum?

Baca Juga : Ada Lima Hukum Membaca Bismillah

Tinggalkan komentar