8 Kitab Dasar Yang Banyak Dikaji di Pesantren

kitab dasar-

Di Pesantren tentunya kita memeplajari ilmu-ilmu agama yang mana referensi nya sesuai dengan syariat ajaran agama islam.

Kitab Kuning adalah menjadi bahan pembelajaran yang menarik, dan menjadi rujukan utama pembahasan di seluruh pesantren indonesia, kecuali pesantren yang khusus tahfidz.

Di kitab kuning kini usianya sudah ratusan tahun, karena pengaranya merupakan ulama-ulama salaf yang sudah masyhur ilmunya.

Ada tingkatan tingkatan-tertentu untuk dipelajarinya mulai dari Dasar atau pemula, menengah dan sampai tingkat tinggi.

kali ini kita bahas kitab-kitab Dasar Pesantren, apa saja kah kitab-kitab tersebut langsung saja :

1. KITAB AL-JURUMIYAH
Belajar Islam dan Bahasa Arab

Kitab yang pertama yaitu kitab Al-Jurumiyah, fan ilmu nahwu, yaitu suatu ilmu yang mempelajari tentang akhir kalimat bahasa arab agar terjaga dari kesalahan.

setiap santri yang ingin bisa membaca kitab kuning yang tulisan nya gundul alias tidak berharkat.Maka wajib kita mempelajari ilmu nahwu.

dan kitab ini sebagai dasar untuk para pemula yang baru belajar kitab, supaya bisa membacanya dengan baik dan benar.

kitab ini dikarang oleh syekh Sonhaji, menjelaskan setiap bab dengan bahasa yang praktis dan sangat mudah untuk dipahami.

setelah selesai pembahasan dari kitab ini biasanya dilanjutkan kitab selanjutnya mutamimah, imrithi, dan yang paling tinggi adalah kitab Alfiyah Ibnu Malik.

2. KITAB MATAN BINA WAL ASAS

matan bina

Yang kedua yaitu kitab Matan Bina Wal Asas, salah satu kitab dari fan shorof untuk mengetahui perubahan-perubahan kalimat bahasa arab.

Jadi fan shorof ini masih ada kaitanya juga dengan fan nahwu, jika di ibaratkan nahwu bapaknya dan shorof ibu nya jadi sangat berkaitan.

Pengarang kitab ini yaitu syekh Ibrohim bin Abdul Wahab bin Imaduddin al-Ma’ruf

3. KITAB AMTSILAH TASHRIFIYAH

Amtsilah_Tasrifiyah_Kecil

Kitab ini berisi tashrif kata dalam bahasa arab sama seperti kitab matan bina wal asas membahas tentang ilmu shorof.

Kitab Amtsilah ini dikarang oleh salah satu ulama Indonesia, beliau KH. Ma’shum ‘Aly dari Jombang. Kitab tersebut sangat mudah dihafalkan karena disusun secara rapi dan bisa dilagukan dengan indah.

4. KITAB AL-AQIDATUL AWAM

almuawanah

kepercayaan atau aqidah adalah pokok utama atau sebagai hal yang mendasar dalam hati manusia. Apabila aqidah sudah mantap, kuat dan benar maka dalam menjalani syariat agama tidak akan menyeleweng dari aturan syariat yang telah ditentukan.

Kitab dasar aqidah ini yang dipelajari dipesantren adalah kitab Aqidatul Awam karangan Syaikh Ahmad Marzuqi Al-Maliki berisi 57 bait nadzom.

kitab ini membahas tentang aqoid 50, keluarga Nabi, Malaikat, dan mukjizat-mukjizat yang harus kita yakini.

Dikarang atas perintah Rasulullah yang mendatangi sang pengarang melalui mimpinya. Hingga beliau mampu menyelesaikan kitab tersebut.

5. KITAB MATAN SAFINATUNNAJAH

matan safinah

Safinatun Najah adalah sebuah kitab ringkas mengenai dasar-dasar ilmu fikih menurut mazhab Syafi’i. Kitab ini ditujukan bagi pelajar dan pemula sehingga hanya berisi kesimpulan hukum fikih saja tanpa menyertakan dalil dan dasar pengambilan dalil dalam penetapan hukum.

Meski begitu masih terdapat beberapa permasalahan fikih yang tergolong ikhtilaf di kalangan ulama ahli fiqih antar mazhab bahkan di kalangan ulama mazhab Syafi’i sendiri, sehingga diperlukan kesungguhan atau panduan dalam memilih pendapat yang lebih tepat (rajih) sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Kitab ini ditulis oleh Salim bin Sumair al-Hadhrami seorang ulama asal Yaman yang wafat di Jakarta pada abad ke-13 H. Kitab ini populer di kalangan pondok-pondok pesantren Nahdliyyin dan masuk sebagai salah satu materi kurikulum dasarnya.

6. KITAB MUSTOLAH HADIS

Kitab dasar selanjutnya adalah Kitab Mushtholah Al-Hadits yang mempelajari ilmu mengenai seluk beluk ilmu hadits. Mulai dari macam-macam hadits, kriteria hadits, syarat orang yang berhak meriwayatkan hadits dan lain-lain dapat dijadikan bukti kevalidan suatu matan hadits.

Kitab ini dikarang oleh al-Qodhi abu Muhammad ar-Romahurmuzi yang mendapatkan perintah dari Kholifah Umar bin Abdul Aziz karena pada waktu itu banyak orang yang meriwayatkan hadist-hadist palsu.

7. KITAB HADIS ARBAIN

Cover-Matan-Hadits-Arbain.gif

Arbain Nawawi atau Al-Arba’in An-Nawawiyah merupakan kitab yang memuat empat puluh dua hadits pilihan yang disusun oleh Imam Nawawi.

jadi ada dua ulama yang bernama Nawawi ada Imam Nawawi (Abu Zakaria Muhyuddin An-nawawi) ada juga syekh Nawawi Tanara Al-Bantani Al-Jawi dari indonesia

Arba’in berarti empat puluh namun sebenarnya terdapat empat puluh dua hadits yang termuat dalam kitab ini.

jadi kitab ini sebagai dasar dari fan ilmu hadis.

 

8. KITAB TA’LIMUL MUTAALIM

ta'lim

Dan yang rakhir yaitu dari fan Ilmu Akhlak, karena dalam dunia santri akhlak yang terpuji menjadi nomor satu akhlakul karimah.

Kitab Ta’limul Muta’alim ini menjelaskan tentang thoriqutaalum atau jalan untuk belajar supaya hasil ilmu yang manfaat dan barokah.

Kitab dasar yang menerangkan mengenai akhlaq di dunia pesantren adalah kitab Ta’limul-Muta’alim karangan Syaikh Burhanuddin Az-Zarnuji.

Setiap awal proses belajar di pesantren sesuai adatnya pasti mempelajari kitab ini ataupun kitab lain yang seakar dengan Ta’limul Muta’alim.

seperti kitab Adabul ‘alim wal Muta’alim karangan ulama’ besar Indonesia, Pahlawan Nasional sekaligus pendiri jam’iyah Nahdlatul Ulama, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.

Kedua kitab ini pun juga menjadi kurikulum wajib bagi pesantren yang ada di Indonesia bahkan hingga luar negeri.

Sungguh kaya khazanah ilmu pengetahuan Islam yang ada di dunia pesantren. Ada sekitar 200 judul kitab dipelajari di pesantren menurut data yang pernah dikemukakan oleh Gus Dur.

Kalangan pesantren terus berupaya agar kebudayaan pesantren ini dapat eksis di tengah perubahan zaman dan globalisasi.

Literasi kebudayaan salaf ini mampu menunjukkan kiprah para ulama sebagai warotsatul ambiya’ (pewaris para Nabi). Wallahua’lam bishshowab.

Baca Juga : Arkanul Islami (Rukun-Rukun Islam)

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: